Ia datang dan pergi seperti mimpi
Melambungkan rasa dan logika
Kecewa dan bahagia datang silih berganti
Namun tetap ku nikmati
Terkadang ia diam tak bergeming
Seperti orang yang tak tahu arah
kemana ia harus berjalan
Terkadang ia tebar kata nggun dengan senyum
Ketika rinduku mulai keterlaluan
Tak juga sadar dia mengacuhkannya
Mungkin rinduku hanyalah sebuah debu
Yang tak tahu malu menempel di sepatumu
Tak mau menghilang seperti rindu dendam
Mungkin sampai mati
Sebab cinta mati ketika rindu pergi
Aku tetap akan menerima
sakit dan nikamat mencinta serupa ini.
Melambungkan rasa dan logika
Kecewa dan bahagia datang silih berganti
Namun tetap ku nikmati
Terkadang ia diam tak bergeming
Seperti orang yang tak tahu arah
kemana ia harus berjalan
Terkadang ia tebar kata nggun dengan senyum
Ketika rinduku mulai keterlaluan
Tak juga sadar dia mengacuhkannya
Mungkin rinduku hanyalah sebuah debu
Yang tak tahu malu menempel di sepatumu
Tak mau menghilang seperti rindu dendam
Mungkin sampai mati
Sebab cinta mati ketika rindu pergi
Aku tetap akan menerima
sakit dan nikamat mencinta serupa ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar